Mau Membuat Film?



  1. Tanggung-jawab Moral Pembuat Cerita : Penulis, harus punya tanggung-jawab bagi masyarakat penontonnya. Oleh karenanya si penulis dituntut untuk membuat ceritera yang bisa mempengaruhi manusia untuk berbuat kebajikan, dan bukan sebaliknya ! Karena Tontonan juga harus mampu menjadi Tuntunan bagi penontonnya..! Sulit dipungkiri bahwa film juga banyak dijadikan media bagi misi-misi durjana, yang merusak moral dan kepribadian bangsa, juga Agama...! Penulis cerita juga dituntut untuk mampu menyajikan kisah dengan cara menarik dan memikat perhatian penonton, dengan selalu memperhatikan beberapa unsur dalam penulisan ceritera/skenario. 
  2. Ceritera/Skenario : Dalam penulisan Alur Ceritera atau Skenario, sekurang-kurangnya harus diusung oleh 4 unsur penting, yaitu:
  • Konflik : Sebuah ceritera tidak akan menarik tanpa konflik ! Dari situ pulalah akan lahirnya dinamika ceritera dengan berbagai problematikanya. Dan dari situ pula lah akan lahir 2 blok paradoks, yang diwakili tokoh-tokoh Protagonis dan Tokoh-tokoh Antagonis, yang akan dimainkan untuk mengaduk-aduk keberfihakan penontonnya. Dalam proses tersebut diciptakan agar penonton terpengaruh oleh ketegangan2 konflik yang disajikan.
  • Suspense ( Ketegangan ) : Rekalah ceritera sedemikian rupa, agar ketegangan muncul secara bertahap, mengikuti alur Tangga Dramatik yang diinginkan. Salah satu Substansinya : Buatlah Penonton Tahu, tentang sesuatu yang bakal terjadi terhadap si Pemeran yang ( seolah-olah ) tidak menyadari akan hal itu ! Suspense atau Ketegangan juga bisa diusung oleh Penciptaan Suasana, Adegan, Tata Kamera, Tata Artistik, Tata Musik, dll.
  • Curiousity ( Kepenasaranan ) : Dalam perjalanan alur ceritera, adegan demi adegan, hendakanya dibuat agar mampu mengaduk-aduk perasan dan fikiran penonton untuk menduga-duga, tentang apa yang bakal terjadi selanjutnya. Hindari sebanyak mungkin bahwa adegan selanjutnya, sudah bisa ditebak oleh penonton, karena hal itu bisa merusak surprise yang akan dibuat !
  • Surprise ( Kejutan ) : Dari unsure-unsur yang sudah diurai tadi, hendaknya grafiknya terus meningkat, tidak datar dan 'linier' sehingga membuat tontonan jadi menjemukan, 'combrek' dan bete ! Alur dan adegan harus terus meningkat, sesuai Tangga Dramatik sebagaimana sudah disinggung tadi, hingga sampai ke Puncak Ceritera, yang disebut Klimaks ! lalu turunkan sedikit sebelum 'Ending', yang umum disebut 'Antiklimaks'. Di situlah dibuat Puncak Surprise ! Kendati sebelumnya sudah dibuat surprise-surprise kecil, sesuai tingkat Konflik, Suspense dan Curiousity yang tercipta.

    Note : Hindari penulisan Scene atau Dialog yang hanya akan membuat Pemeran nampak konyol ! Seperti sering kita lihat, adanya seorang pemeran yang 'mendialogkan' apa yang difikirkannya dalam bentuk 'on sound', padahal bisa dilakukan secara 'off sound', atau dengan cara 'dubbing'. Dengan begitu Pemeran akan nampak seperti orang gila yang ngomong sendiri !



    1. Pemeranan : Yang harus sangat diperhatikan oleh Pemeran, pertama-tama memahami betul Perannya, Karakternya, Kedudukan dalam perannya, Jamannya, Bahasa dan Dialeknya, dll.
      • Faham secara utuh jalan ceriteranya, tidak secara parsial.
      • Memainkan Peran secara totalitas sebagai tokoh yang diperankannya, bukan memerankan dirinya sendiri !
      • Menghayati setiap dialog dan adegan yang diperankannya, meliputi Artikulasi, Power, Emosi, Style, Arah Blocking, dan Sadar Ruang/ Frame Kamera.
      • Menguasai Kelenturan Gerakan Tubuh, Kelenturan Mimik/Ekspresi, Kelenturan Dialog dan Nafas.
      By: Maspri DKC


        Responses

        0 Respones to "Mau Membuat Film?"

        Posting Komentar

         
        Return to top of page Copyright © 2010 | Lensa Creatifilm Converted into Blogger Template by HackTutors